Home Education

Siapa yang sudah mengenal Home Education dan melaksanakannya di rumah? Banyak ya? hehehe. Kebetulan di bawah ini adalah infografis mengenai sedikit pengenalan apa itu HE.

Oiya, sedikit cerita bagaimana akhirnya saya bisa memposting ini. Saat saya sedang ingin mendalami suatu hal itu rasanya emang semesta kaya bersatu padu nunjukin jalannya deh. Kebetulan saya memang sedang ingin mendalami parenting. Modal banget soalnya buat mengasuh anak. Sudah dari sejak Naia lahir sih sebetulnya saya mulai menyelami itu. Tapi awal tahun ini Alhamdulillah banget saya dapet info dan bisa bergabung di group WhatsApp mengenai pelajaran parenting itu. Khususnya sih mengenai Home Education (HE). Di grup tersebut ada waktu-waktu tertentu pengisi materi hadir untuk memberikan “kuliah” mengenai HE dan segala hal mengenai pengasuhan anak yang benar.

Sebetulnya untuk para anggotanya itu diharuskan meringkas materi yang sudah diberikan oleh pengisinya. Biar makin banyak orang tua yang membaca dan makin banyak orang tua yang makin pinter dalam mengasuh anak, hehehe. Nah, ceritanya sih di postingan ini saya itu ngerjain PRnya grup, hihi. Ini PR mengenai ringkasan materi pertama. Lagi-lagi saya bikin seperti ini supaya saya jadi gak males lagi buat mengulang materi ini plus jadi cepet ingat dan menempel di otak 😀

Buat yang mau tau juga, silakan disimak lho ya. Semoga bermanfaat 😉

Home Education

Home Education

Happy Parenting ^^

TMII Part Two: Playdate Time

Kalau sebelumnya saya ke Taman Mini Indonesia Indah hanya berdua saja dengan Naia, kali ini saya mengajak sahabat saya (Gema) untuk *ceritanya* playdate di sana. Awalnya sih bingung, mau ke TMII atau ke musemum Nasional. Tapi, berhubung sahabat saya itu sedang menginap di rumah kakaknya yang kebetulan tidak begitu jauh dari TMII, jadilah kami memutuskan untuk ke sana saja 😀

Taman Mini Indonesia Indah ini emang sangat luaaas, makanya gak bakal cukup untuk mengunjungi semuanya dengan 1 hari kunjungan saja. Dari pengalaman 2 kali ke sana bareng Naia saja, sehari paling cuma bisa mengunjungi 3 sampai 5 tempat. Nah, TMII sendiri kan di dalamnya banyaak sekali tempat yang layak dikunjungi, heu. Di pengalaman pertama saja, saya hanya sempat naik kereta gantung, main layangan, berkunjung ke anjungan Jawa Tengah sebentar, lalu ke dunia air tawar dan museum serangga (karena dunia air tawar dan museum serangga tiketnya jadi satu, jadi sayang kalau hanya mengunjungi salah satunya saja, hehehe)

Oiya, berhubung Naia demen banget dengan pesawat, jadilah saya kepikiran untuk ke museum transportasi saja (biar gampang ngajaknya juga, ihihi). Alhamdulillah beneran gampang ngajak Naia padahal dia lagi asik main dengan anak tetangga, haha.

Kali ini saya tetep donk naik angkot. Dan berhubung hari kerja juga, jadi saya dan Gema cuma berdua dengan anak kita masing-masing deh, hihi. Saya dengan Naia, dia dengan Zalika. Kali ini saya masuk melewati pintu utama, ya walaupun harus jalan agak jauh sih dari turun angkot sampai pintu masuk (sampai alun-alun malah). Di alun-alun itu saya menemukan lagi banyak anak-anak TK yang sedang berkunjung. Mungkin ya memang TMII ini pengunjung setianya ya anak2 ini lah yaa, haha. Kalau gak ada mereka seriusan sepi banget deh ini Taman Mini.

Lalu apa saja yang kami lakukan di TMII? Simak yaa

Bijak Merencanakan Masa Depan

Memang yah setiap keluarga punya pengaturan keuangan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki penghasilan hanya 4,5 juta saja tapi sudah mampu membeli kendaraan bahkan rumah (sebut saja keluarga A). Tapi ada juga yang memiliki penghasilan 9 juta per bulan masih saja belum mampu membeli rumah bahkan dengan mencicil (yang ini yaa keluarga B lah yaa :P). Apa yang membedakan keduanya? Salah duanya sih jelas gaya hidup dan kebutuhan yang dimiliki. Keluarga B punya kebutuhan lebih banyak dengan memiliki 2 orang anak sedangkan keluarga A baru memiliki anak 1.

Tapi.. Ada 1 lagi yang membuat mereka berbeda. Keluarga A lebih pintar mengatur keuangan serta mau berusaha melalui jalan apapun *yang halal pastinya* untuk menambah penghasilan mereka. Penghasilan sampingan utamanya sih jual beli properti yang keuntungannya memang besar. Tapi dengan keuntungan yang besar seperti itu kalau tidak diatur dengan baik tetap saja akan habis begitu saja kan? Jadi, hal terpenting yang membedakan kedua keluarga ini adalah dalam pengaturan keuangan. Keluarga A jauh lebih bijak dalam mengatur keuangan mereka. Setiap kali mereka mendapat penghasilan lebih, sebagian uang itu akan diputar lagi untuk mendapat keuntungan lebih dan sebagian lagi ditabung hingga akhirnya mereka mampu membeli kendaraan layak serta rumah tinggal.

Nah, sekarang tanya deh ke diri kita sendiri, khususnya yang sudah berkeluarga, apakah kita sudah bijak dalam mengatur keuangan keluarga selama ini?

Quick Escape to Kawah Putih, Bandung

Saat hari pertama menikah dulu, kami (saya dan suami) langsung menuju Bandung untuk ceritanya sih berbulan madu. Saat itu semua rencana kami tinggallah rencana. Karena apa? Kecapekan berdiri terus di pelaminan sepanjang acara pernikahan plus perjalanan ke Bandung (perjalanan ke hotel lebih tepatnya) yang menghabiskan waktu hampir 4 jam x(. Akhirnya yah kami pasrah saja dan menjadikan itu pelajaran. *Lain kalii, kalo bulan madu gak usah langsung juga kale, nunggu seminggu dulu juga boleh, biar badannya lebih fit dan sehat gituu! hihihi. Tapi kan namanya bulan madu gak ada lain kali yaa xp

Tapi kali ini, setelah tertunda hampir 3,5 tahun, suami saya tetiba mengajak untuk melakukan apa yang belum bisa kami lakukan dulu. Mengunjungi tempat wisata di Bandung. At least satu atau dua tempat wisata juga sudah cukup laah. Dia sebetulnya ingin refreshing dari aktivitas pekerjaan sebelum memulai pekerjaan baru di kantor barunya hari senin nanti. 😀

Beberapa minggu lalu akhirnya suami mulai memesan hotel yang sama seperti bulan madu itu, yaitu Galeri Ciumbuleuit serta merencanakan perjalanan ke kawah putih dan situ patenggang. Alhamdulillah di hari Rabu-Kamis kemarin akhirnya terlaksana walaupun akhirnya tetap gagal juga sih ke situ patenggang karena sudah terlalu sore, huhu. Tapi, akhirnya tergantikan dengan petik Strawberry, ihihi.

Ah iya, sebetulnya saya mau cerita lengkap perjalanan kemarin secara singkat. Silakan disimak yaa 😀

[Parenting] Cegah Kekerasan Seksual dengan Sex Education

Masih ingat dengan kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu sekolah bertaraf internasional di Jakarta? Tentunya masih ya, lha wong belum lama ini kok kasusnya terjadi. Media massa ramai sekali memberitakannya.

Belum lagi ada kasus Emon, yang telah melakukan kejahatan seksual pada lebih dari 100 orang anak. Sampai-sampai kasus kekerasan seksual pada anak (KSA) ini menjadi sorotan tersendiri bagi para agamawan. Bahkan para ulama menghimbau agar pendidikan agama harus lebih intensif lagi agar tercipta manusia yang lebih tinggi kualitas keimanannya. Harapannya, dengan keimanan dan ketaqwaan yang tinggi, maka kasus-kasus serupa dapat dihindari dan dikurangi.

Memang betul kalau pelaku kasus seperti ini sangat erat kaitannya dengan agama seperti telah dijelaskan oleh salah satu member KEB, Ida Nur Laila, dalam file kampanye #KEBAgentOfChange yang berjudul “Kekerasan Seksual Thd Anak Lawan dg Pengetahuan“. Oleh karena itu, kita memang harus menanamkan keimanan yang kuat pada anak kita agar terhindar dari kekerasan seksual ini, baik terhindar dari menjadi korban maupun terhindar dari menjadi pelaku itu sendiri.

KEB Agent of Change - File PDF

KEB Agent of Change – File PDF

Tapi, bukankah agama juga erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan? Jadi yang sebaiknya kita lakukan adalah…