[Parenting] Naia Mengenal Emosi

Beberapa waktu lalu Naia “curhat” sama papanya begitu papa pulang kerja, hihihi.

Jadi ceritanya seharian itu saya sibuk menyetrika dan Naia saya biarkan bermain sendiri begitu lama. Karena dia lagi seneng-senengnya main playdoh (playdohnya bikin sendiri tentu, kalo beli mahal cyin.. xp), ya saya biarkan saja dia bermain sendiri. Mungkin dia ingin mengajak saya bermain ya, tapi karena saya menyetrika ya dia asik aja deh sendirian. Begitu saya selesai, saya bukannya ikut gabung main, tapi saya malah rebahan di kamar, mengistirahatkan punggung, Naia saya biarkan menonton film Doraemon.

Nah, begitu papanya pulang, dia nempeeel banget sama papanya. Papanya ke manapun selalu minta pangku. Sampai minum di depan kulkas juga minta dipangku. Tidak berapa lama, papanya menghampiri saya di kamar dan cerita kalau ternyata Naia sebel sama saya karena suatu hal. Begini kira-kira dialog mereka:

Papa: Naia kenapa? *karena memperhatikan mukanya yang murung*
Naia: …
Papa: Naia marah? atau sebel?
Naia: sebel
Papa: sebel sama papa?
Naia menggeleng
Papa: sebel sama mama?
Naia lalu mengangguk
Papa: kenapa?
Naia: Naia mau ain titi.. Mama ocok *Naia mau main lilin, Mama gosok*
Papa: Naia main lilin, mama gosok?
Naia mengangguk
Papa: Naia maunya mama ikutan main lilin ya?
Naia mengangguk lagi

Setelah diceritakan begitu saya lalu menghampirinya untuk meminta maaf. Tapi dia gak langsung memberi maaf, malah menuju mainan playdohnya lagi dan mengajak saya bermain. Saya sadar kalau itu adalah proses dia memaafkan saya, yasudah saya ikutan main saja. Setelah bermain bersama lagi, dia senyum lagi dan tertawa lagi, haha. Alhamdulillah. Lalu saya bertanya:

Mama: Naia udah maafin mama?
Naia mengangguk
Naia: Naia udah ceneng agii

Alhamdulillah…

Kami lalu lanjut bermain di kamar. Berhubung hari itu sudah malam ya, dan sudah waktunya tidur, hehehe.

Mengenalkan kepintaran emosi emang harus dilakukan sejak kecil sih, agar mereka bisa punya rasa empati yang tinggi. Paling utama sih agar mereka nantinya bisa mengendalikan kemarahannya ya. Kalau marah itu tidak sampai merusak diri, orang lain, atau lingkungan. Makanya pelajaran emosi lebih penting dari pelajaran lainnya, setelah pelajaran spiritual/ agamanya, hehe.

Semoga papa mama bisa terus mengajarkan kecerdasan spiritual, emosi, serta intelegensi dengan seimbang ya nak :*

3 thoughts on “[Parenting] Naia Mengenal Emosi

  1. Aaaaahh,,sama mbaaa,,suka bad feeling kalo anakku udh merajuk kayak naya gt,,kasiihan bangeet,,akhirnya aku pun mengalah dn main sama2,,kadang memang anak2 butuh teman pas main,, butuh bersosialisasi,,

Your comment please.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s