[Parenting] Menghilangkan Kebosanan

Hari ini jeda dulu aah dari Jejepangan, hihihi. Mau ngomongin hal lain yang sekarang-sekarang makin terlihat di Naia, berhasil menyibukkan diri sendiri saat sedang bosan. ^^

Keahlian menghilangkan kebosanan saat sendirian gini emang perlu dilatih banget nih dari kecil. Secara sampai dewasa pun akan lebih banyak waktu yang dihabiskan sendirian kan ya? Jadi ya sebisa mungkin waktu yang dihabiskan sendirian itu tidak terlewat begitu saja malah kalau bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat.

Saya sih ngeliatnya sedikit demi sedikit Naia sudah memiliki kemampuan ini. Emang dari kecil agak dibiasakan sih. Dulu, waktu 6 atau 8 bulanan gitu, dia saya biarkan sendirian di box bayinya sambil diberi beberapa mainan yang bisa dia pegang atau teether. Udah deh, dia bisa anteng main, saya bisa ngapa-ngapain (biasanya nyuci atau masak). Tapi kalau sudah terlalu lama dia bermain sendiri ya bosan juga sih. Biasanya dia nangis dan merengek minta ditemenin. Atau malah saat lapar dan mengantuk juga bisa. Kalau dia sudah menangis, ya saya langsung menghampiri dan melihat deh dia mau apa. Kalau lapar dan ngantuk, ya saya nenenin langsung tidur deh, hehe.

Naia di box

Naia di box

Sekarang-sekarang sih sudah lebih banyak hal yang bisa dilakukan sama Naia demi menghilangkan kebosanan karena sendirian gitu. Biasanya bisa membaca, menggambar, menggunting dan menempel-nempel, main masa-masakan, atau yang paling sering dilakukan akhir-akhir ini, bermain playdoh bikinan sendiri. Awal saya menyadari dia bisa ditinggal sendiri gini saat saya mengepel rumah dan dia dengan lucunya berinisiatif mengambil buku mewarnai dan langsung mewarnai sendiri di kasur, haha.

Oiya, tapi gak bisa terlalu lama juga sih dia sendirian gini. Ya kita aja ada bosennya dan mulai mencari kawan kan ya. Ya dia juga gitu. Kalau sudah bosen dan mau bermain sama saya, ya dia cari-cari perhatian deh sama saya. Mulai dari nyolek-nyolek sampai melempar barang (ini udah ekstrim sih, hehe). Tapi tetap, kalau dia sudah mulai melempar barang gitu, saya ingetin lagi dengan bilang “Mama tau Naia lagi cari perhatian (atau lagi senang atau apapun emosi yang mendorong dia melempar2 gitu). Tapi bukan gitu caranya, coba peluk mama aja ya lain kali”. Dan betul deh, di kesempatan lain dia bisa ujug2 meluk2 saya buat mengekspresikan kegembiraannya atau buat mengalihkan perhatian saya kepadanya, hihi.

8 thoughts on “[Parenting] Menghilangkan Kebosanan

  1. Saya masih sempat mikir, kadang anak dibiarin sendiri asyik main gapapa kan ya? Gak mesti kita temani selalu? Soalnya kadang saya juga pengen nyambil ngapain tp takutnya “malah seharusnya” kita nemenin dia terus gitu.. Padahal saya baca di buku juga kyknya gapapa soalnya sperti diberi “me-time” buat dia skaligus melatih kemandirian. nice post, mak! 🙂

Your comment please.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s